Friday, February 10, 2012

Federer Mau Nomor Satu Dunia Lagi

Sejak sekitar dua tahun lalu Roger Federer kehilangan posisinya sebagai petenis nomor satu dunia. Meski sadar Rafael Nadal dan Novak Djokovic masih jadi lawan untuk dikalahkan, petenis berjuluk FedEx itu pede bisa jadi nomor satu lagi.

"Saya percaya saya bisa bertarung menjadi petenis nomor satu dunia lagi. Djokovic dan Nadal dalam jarak yang dekat, dengan satu atau dua kemenangan besar saya akan ada bersama mereka," yakin Federer dalam wawancaranya dengan Gazzetta dello Sport.

Dominasi Federer sebagai petenis nomor satu dunia mulai bisa digoyang Nadal di tahun 2010. Sementara pada musim 2011, penampilan luar biasa Djokovic membuat petenis asal Swiss itu terpaksa kembali merosot ke urutan tiga dunia.

Sejak saat itu Federer selalu kesulitan untuk menembus dominasi Nadal-Djokovic. Buktinya adalah tak adanya trofi Grand Slam bisa dimenangi sejak yang terakhir di Australia Terbuka 2010.

"Saya antusias menyambut pertandingan-pertandingan berikutnya dalam beberapa bulan mendatang, di mana akan ada serangkaian seri turnamen yang fantastis, mulai dari tanah liat ke AS Terbuka. Saya harap saya bisa melakukan lebih baik untuk kembali jadi nomor satu," petenis 30 tahun itu melanjutkan.

Kegagalan terakhir yang harus ditelan Federer adalah saat dia kalah dari Nadal di semifinal Australia Terbuka 2012. Meski menyesali hasil pertandingan tersebut, Federer menyebut ada banyak pelajaran dia dapat dari laga yang berlangsung lima set tersebut.

"Sayang sekali saya tidak lolos ke final, tapi itu pertandingan yang bagus, sangat menguras fisik. Rafa memberi perlawanan. Sayangnya saya tidak berada di pihak yang menang, tapi saya senang pertandingan seperti itu bisa berlangsung," tuntas Federer.

Nadal & Menlu Spanyol Kecam 'Video Doping Atlet Spanyol'

Rafael Nadal mengecam adanya "usaha bersama" dari Prancis untuk mendiskreditkan dirinya dan rekan-rekannya sesama atlet Spanyol, dengan mengindikasikan sukses mereka adalah berkat doping.

Seperti diberitakan sebelumnya, televisi Prancis Canal+ memublikasikan sebuah video yang berisikan sindiran tajam ke para atlet Spanyol.

Video yang juga mengetengahkan sebuah sosok mirip Nadal tersebut tak ayal bikin kesal Federasi Tenis Spanyol (RFET) yang siap mengajukan tuntutan hukum.

Nadal pun sama kesalnya. Apalagi itu bukan kali pertama kubu Prancis melakukan cibiran terhadap olahragawan Spanyol, sesuatu yang bikin Nadal menilainya sebagai sebuah usaha yang memang sengaja diplot oleh dunia olahraga Prancis.

"Itu adalah jenis humor yang tak masalah untuk satu hari, tapi jika diulang-ulang tidaklah benar dan aku pikir itu sedikit melewati batas," cetus Nadal usai sebuah sesi latihan di kampung halamannya di Mallorca, seperti dilansir Reuters.

"Aku pikir ini bukan cuma satu media saja, ini adalah sebuah gerakan bersama-sama dari negara tetangga kami. Sedih sekali melihat hal seperti ini menodai sukses yang sudah dicapai dengan susah payah. Aku jamin sama sekali tak ada obat-obatan atau jarum suntik (doping)," beber petenis peringkat kedua dunia yang pernah enam kali juara di Prancis Terbuka tersebut.

Selain video Nadal, Canal+ disebutkan juga sudah menyiarkan beberapa tayangan materi lainnya yang turut mengindikasikan kalau para atlet Spanyol sudah menggunakan obat ilegal.

Perkara ini kian serius karena ikut memancing komentar keras dari Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Garcia-Margallo. Ia bahkan menyatakan, kedutaan besar Spanyol di Paris akan mengirimkan suat keberatan resmi ke media-media Prancis, dan Canal+ secara khusus.

"Videonya bercita rasa buruk dan memperlihatkan ketiadaan etika, selain juga kebohongan," sergahnya menambahkan.

Arshavin Belum Ingin Pergi dari Arsenal

Karier Andrei Arshavin di Arsenal saat ini tengah terus dispekulasikan. Menyikapi hal itu, agen sang pemain menegaskan jika Arshavin tak pernah ingin meninggalkan Emirates Stadium.

Sejak penampilan cemerlangnya di tahun pertama bersama Arsenal, Arshavin cenderung mengalami penurunan performa hingga memasuki tahun ketiganya di London Utara.

Badai cedera dan persoalan budaya disinyalir jadi penyebab Arshavin tak lagi mampu tampil sebaik dulu dan musim ini ia memang bukan pilihan utama Arsene Wenger. Bahkan ia disebut-sebut sebagai salah seorang pemain yang tak populer di mata fans.

Maka isu soal bakal hengkangnya Arshavin di bursa transfer Januari kemarin mengemuka. Ia diisukan akan segera kembali ke klub lamanya di Rusia, Zenit St Petersburg atau Anzhi Makhachkala. Liga Rusia sendiri baru bergulir Maret dan bursa transfer di sana masih dibuka.

Tapi terkait isu tersebut agen Arshavin, Phil Smith, mengatakan jika kliennya tak akan pergi dari Arsenal dalam waktu dekat ini. Ia meyakini Arshavin masih ingin bermain untuk Arsenal dan klub pun masih membutuhkan pesepakbola 30 tahun itu.

"Resminya tawaran belum ada dan tidak ada yang meminati Arshavin juga," tutur Smith kepada Sovetsky Sport.

"Klub mengatakan ingin mempertahankan Arshavin dan pemain menegaskan ingin tetap berada di klub," sambungnya.

"Jadi saya pikir bukan itu masalahnya. Benar jika bursa transfer di Rusia masih terbuka, tapi di Eropa sudah tutup. Bukan hal biasa bagi klub untuk menjual pemainnya di waktu seperti ini," lugas Smith.

Jangan Kalah Lagi, Milan

Dua kekalahan dan satu hasil imbang jadi catatan buruk AC Milan dalam kurun sepekan terakhir. Rentetan hasil buruk itu harus secepatnya ditinggalkan Rossoneri kalau tak mau tercecer semakin jauh.

Milan mengawali Februari dengan kekalahan 0-2 dalam lawatan ke Lazio. Sepekan berselang, di kandang sendiri, Rossoneri dipaksa bermain imbang 0-0 saat menjamu Napoli. Laga tersebut juga meninggalkan masalah lain karena Zlatan Ibrahimovic dikartu merah wasit.

Kekalahan berikutnya diderita Alessandro Nesta dkk saat berlaga di Coppa Italia. San Siro menjadi bukti betapa Juventus masih jadi musuh berat buat Milan saat mereka dipaksa tunduk dengan skor tipis 1-2.

Rentetan hasil buruk itu masih mungkin berlanjut akhir pekan ini, saat Milan harus menyambangi Udinese. Duduk di posisi empat klasemen sementara, Zebrette punya catatan bagus di kandang dengan belum terkalahkan di ajang Seri A sepanjang musim ini.

Atas dasar itulah Massimo Ambrosini meminta Milan tampil habis-habisan di Friulli, Sabtu (11/2/2012) waktu setempat. Rossoneri disebutnya tak bisa lagi menderita hasil buruk.

"Saya mengkhawatirkan pertandingan menghadapi Udinese. Itu menentukan karena kami butuh sesuatu untuk mengubah rangkaian hasil (buruk) ini. Kami tak bisa membiarkan satu pertandingan lain lepas tanpa menunjukkan kekuatan kami," sahut Ambrossini di situs resmi Milan.

Jika sampai kalah, Milan dipastikan akan digusur Lazio yang saat ini cuma terpaut dua angka di bawahnya. Di sisi lain, tak dapat poin juga menjauhkan jarak dengan Juventus, yang saat ini berselisih satu angka.

Mata: Liga Inggris Lebih Menarik

Sekitar enam bulan merasakan atmosfer Liga Primer Inggris membuat Juan Mata terkesan. Winger asal Spanyol ini menyimpulkan bahwa kompetisi di Negeri Ratu Elizabeth lebih menarik daripada di negerinya sendiri.

Setelah empat musim membela panji Valencia, Mata mendapatkan kesempatan untuk bermain di luar negeri. Dia dipinang oleh raksasa Inggris, Chelsea.

Mata tak butuh waktu lama untuk mencuri hati fans The Blues. Berkat penampilan ciamiknya, jebolan akademi Real Madrid ini jadi salah satu pilar dalam skema racikan Andre Villas-Boas.

Di Inggris, Mata merasakan atmosfer kompetisi yang berbeda dengan di Spanyol, di mana Madrid dan Barcelona begitu dominan. Musim ini, Chelsea yang diperkuat Mata bertarung ketat dengan tim-tim lain semacam Manchester United, Manchester City, Tottenham Hotspur, Arsenal, bahkan Newcastle United.

"Di Spanyol ada dua tim dengan 90 atau 100 poin. Tim-tim lainnya harus jadi peringkat ketiga atau keempat," cetus Mata dalam wawancara dengan Daily Mail.

"Di sini, mungkin lima atau enam tim yang bisa jadi juara. Inilah yang membuat liga menjadi lebih menarik," jelasnya.

Mata menjelaskan, dirinya saat ini tengah menikmati proses adaptasinya di Inggris. Pemuda 23 tahun itu senang bisa mempelajari banyak hal baru selama bermukim di London.

"(Pindah ke Chelsea) adalah sebuah kesempatan untuk mengenal kota lain, negara lain, budaya lain, dan bahasa lain juga," paparnya.

"Saya mencoba untuk mengetahui setiap sisi London, untuk mengembangkan Bahasa Inggris saya, dan menikmati sepakbola. Saat libur, saya pergi ke bagian yang berbeda dari kota ini," sambungnya.

"Kalau Anda ingin tidak dikenali, Anda bisa pergi ke Soho atau Camden dan itu tidak masalah. Di sana ada banyak orang-orang Spanyol. Kalau Anda pergi ke Piccadilly atau Sirkus Oxford, Anda bisa mendengar banyak suara-suara Bahasa Spanyol, tapi saya tak terlalu dikenali," tutup dia.

Capello Diyakini Akan Diincar Inter & Juve

Fabio Capello kini menganggur pasca meletakkan jabatan pelatih timnas Inggris. Namun, dalam waktu dekat Capello diyakini akan mendapat tawaran dari Inter Milan dan Juventus.

Sejak ditinggal Jose Mourinho, Inter menemui situasi yang tidak ideal. Gian Piero Gasperini gagal membawa Nerazzurri bersinar sampai akhirnya digantikan Claudio Ranieri.

Di bawah asuhan Ranieri, Inter juga mendapatkan hasil kurang memuaskan. Kendati sempat tampil impresif mulai Desember tapi belakangan ini Julio Cesar dkk. tak pernah menang dalam empat pertandingan terakhirnya.

Spekulasi yang muncul menyebutkan bahwa Capello segera menuju Inter. Akan tetapi, presiden klub Massimo Moratti sudah membantahnya.

Sedangkan Juventus berada di dalam kondisi yang jauh lebih baik dengan sukses menduduki capolista dalam arahan Antonio Conte. Tapi kehadiran Capello sebagai salah satu direktur klub diyakini akan membuat La Vecchia Signora semakin oke di masa depan.

"Saya tidak akan terkejut apabila Juventus menawari dia peran sebagai seorang direktur klub," ujar mantan pemain Italia, Gianluca Villa kepada Sky Sport Italia.

"Saya juga akan mengharapkan (Massimo) Moratti memanggilnya untuk kursi pelatih di Inter setelah Claudio Ranieri. Dia (Capello) jelas punya banyak yang bisa ditawarkan," tukas Vialli.

Suara Del Piero Sadarkan Bocah yang Koma

Sebuah kisah menyentuh dengan melibatkan Alessandro del Piero baru saja terjadi di Italia. Suara pesepakbola Juventus itu berhasil menyadarkan anak gadis berusia 12 tahun yang tengah koma.

Anak gadis yang sadar dari koma tersebut bernama Giada. Tak diketahui apa penyebab dia sampai koma, yang jelas Giada sudah beberapa malam hilang kesadaran.

Seperti diberitakan Marca, Giada adalah fans berat Del Piero. Bahkan di kamar di rumah sakit tempat dia berbaring selama koma dipenuhi beragam poster dan foto Del Piero.

Tersentuh dengan apa yang dialami Giada, Del Piero kemudian mengirimkan sebuah video. Pesan dalam video itu sangat singkat, hanya berisi dorongan semangat agar Giada kembali tersadar dan bisa beraktivitas lagi serta menyaksikan Del Piero mencetak gol.

"Hi Giada, saya Alessandro Del Piero. Saya harap kamu bisa tersadar secepatnya, dan melihat saya mencetak gol. Saya juga ingin bertemu kamu," demikian Del Piero memberi pesan buat Giada.

Diungkapkan oleh ayah Giada yang bernama Francesco, saat mendengarkan suara Del Piero tersebut Giada memberi respon dengan menggerak-gerakkan jarinya. Dan hanya dalam hitungan beberapa jam kemudian, Giada tersadar dari komanya.

Carragher Dukung Gerrard Jadi Kapten Inggris

Ban kapten timnas Inggris tak punya pemilik setelah John Terry dilengserkan oleh FA. Jamie Redknapp mendukung rekannya di Liverpool, Steven Gerrard, untuk tampil sebagai pengganti Terry.

Sejauh ini, bursa calon kapten Inggris diramaikan oleh nama-nama seperti Gerrard, Scott Parker, Rio Ferdinand, Frank Lampard, hingga Joe Hart. Dari nama-nama tersebut, baru Ferdinand dan Hart yang menolak jabatan kapten The Three Lions.

Di mata Carragher, Gerrard-lah yang paling pantas jadi pemimpin Inggris yang baru. Menurutnya, dengan pengalaman sebagai skipper The Reds selama bertahun-tahun, kapasitas Stevie G tak perlu diragukan lagi.

"Mungkin seorang manajer datang dan punya pendapat yang berbeda. Siapa yang tahu siapa manajer baru Inggris? Dia mungkin melihat hal-hal dengan berbeda," sahut Carragher kepada talkSPORT.

"Tapi, bagi saya Steven Gerrrard adalah kapten yang nyata, dan ini bukan penilaian yang bias," tambahnya.

"Dia sudah menjadi kapten untuk Liverpool mungkin selama satu dekade. Dia jadi kapten di Liga Champions, Eropa, dan juga di pertandingan-pertandingan besar Premier League," ujar Carragher.

"Dia juga mengapteni Inggris di Piala Dunia lalu dan dia adalah salah satu pemain terbaik Inggris. Jadi, bagi saya, saya pikir tak perlu ada debat, kalau saya mau jujur soal ini," tutur bek yang mengoleksi 38 caps bersama timnas Inggris ini.

Tekad Inter Kembali ke Jalur Positif

Inter Milan tidak memetik kemenangan dalam empat pertandingan terakhir yang sudah dilaluinya. Laga kandang melawan Novara akan dijadikan Nerazurri sebagai awal untuk kembali ke jalur positif.

Usai mengalahkan Lazio pada 23 Januari silam, Inter tak kunjung menang. Diawali dari disingkirkan Napoli dari Coppa Italia setelah menyerah 0-2, Wesley dkk. juga menyerah dari Lecce 0-1 pada lanjutan Serie A.

Di Giuseppe Meazza, Inter juga dipaksa bermain imbang dengan skor 4-4 oleh Palermo sampai puncaknya terjadi pada akhir pekan lalu ketika dipermalukan empat gol tanpa balas oleh AS Roma.

Hasil buruk terakhir membuat Inter kini bertengger di urutan lima klasemen dengan perolehan 36 poin, terpaut sembilan dari Juventus di puncak klasemen yang masih menyisakan satu pertandingan di tangan.

La Beneamata tak boleh lagi terpeleset jika ingin memenuhi target masuk zona Liga Champions di akhir musim. Apalagi sampai gagal memetik angka penuh melawan juru kunci, Novara di markas sendiri pada Minggu (12/2/2012) malam WIB.

"Kami ingin bangkit langsung dengan mengalahkan Novara," ucap Andrea Poli di situs resmi klub. "Kami bertekad untuk bermain bagus untuk klub dan untuk diri kami sendiri."

"Kami harus bisa tampil baik dan kami bisa keluar dari momen (sulit) ini untuk melaju lagi. Kami punya mental juara di kamar ganti dan aku ingin terus demikian untuk waktu yang lama."

"Aku ingin melihat tim mendapat langkah besar dimulai dengan Novara. Kami punya beberapa pertandingan yang kami tidak bermain dengan performa terbaik tapi kami tahu kami bisa mulai menang lagi," demikian Poli.

Barca Mau Final Copa del Rey di Bernabeu

Di mana stadion yang akan menggelar laga final Copa del Rey hingga kini belum ditetapkan. Barcelona berharap bisa main di Santiago Bernabeu, namun kubu Real Madrid keberatan keberatan 'meminjamkan' kandangnya.

Barcelona akan menghadapi Athletic Bilbao di laga puncak Copa del Rey. Pertandingan yang akan dilangsungkan pada 25 Mei tersebut hingga kini belum bisa dipastikan akan dihelat di mana.

Selama ini final Copa del Rey selalu dihelat satu leg di tempat netral, artinya Camp Nou dan San Mames tidak mungkin jadi pilihan. Dan dengan mempertimbangkan Santiago Bernabeu punya kapasitas sangat besar, maka kubu The Catalans memilih stadion itu sebagai lokasi final.

Pihak Bilbao dikabarkan tidak keberatan dengan hal tersebut. Namun justru pihak El Real yang menolak 'meminjamkan' kandangnya untuk dipakai. Beberapa media Spanyol menyebut kalau Madrid tak rela stadionnya bakal jadi tempat pesta sang lawan, andai Barca jadi juara.

"Jika kami ditanya, maka yang kami inginkan adalah (stadion) yang netral dan besar. Jika jaraknya sama jauh dari kedua klub, itu lebih baik lagi," sahut wakil presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, di Mundodeportivo

"Kami akan menghormati apapun keputusan federasi. Tapi jika federasi memutuskan bermain di Camp Nou atau San Mam�s, maka kriteria tempat netral berarti hilang," dia melanjutkan.

Di saat bersamaan Bartomeu membantah kalau Barcelona sempat menolak saat Camp Nou diminta jadi tempat digelarnya final Copa del Rey tahun 2004. Ketika itu final mempertemukan Los Merengues dengan Real Zaragoza.

"Itu tidak benar, dan seseorang dari Federasi Sepakbola Spanyol sudah mengungkapkan hal tersebut," tuntasnya.